Senin, 21 Juni 2010

Menanti sebuah jawaban

Detik-detik terakhir hari kuliah, uas tgl sehari lagi, UN pun tgl 1hari lagi,
n NOW sekarang saatnya kita perbaiki nilai2 kita supaya bsa maju sidang,, deg2an sih tapi mau ga mau mesti dijalanin, karena ini merupakan akhir dari selama ku mnjalani kuliah. huft.... padahal mstinya ku harus semangad yaaa,, tapi kenapa masalah demi masalah datang truz ni, jd pkranku ke campur aduk.... oh god,,, tolong gerakan kata hatiku untuk bisa tetap menjalani ini smua, dan bisa menyelesaikan smua masalah2 ku,, amin..


dan disaat smuanya selese, aku menanti sebuah jawaban yaitu.....

LULUS ATAU TIDAK?????

Rabu, 02 Juni 2010

LAPORAN PRAKTIKUM PL/SQL

Program 1 :
SQL> set serveroutput on;
SQL> ed
Wrote file afiedt.buf

1 declare
2 x integer;
3 y float;
4 begin
5 x:=5+6;
6 y:=2.20+1.48;
7 dbms_output.put_line('nilai x adalah'|| x);
8 dbms_output.put_line('nilai y adalah'|| y);
9* end;
SQL> /
nilai x adalah 11
nilai y adalah 3.68

PL/SQL procedure successfully completed.


Logika Pemrograman 1 :

Program PL/SQL di mulai dengan set serveroutput on;. Untuk mempermudah penulisan program jika mengalami kesalahan maka ketiklah di Notepad dengan menggunakan sintaks ed. Selanjutnya deklarasikan variabel dengan declare, di mana untuk x bertipe integer dan y bertipe float. Memulai suatu prosedur sesuai dengan algoritma yang di inginkan, dahului dengan begin. Untuk nilai x adalah penjumlahan antara 5 dan 6, dan mendapatkan hasil 11. Sedangkan untuk y penjumlahan antara 2.20 dan 1.48, maka hasilnya adalah 3.68. Lalu cetak “Nilai x adalah “, “Nilai y adalah “. Akhiri program PL/SQL dengan end.



Program 2 :
SQL> set serveroutput on
SQL> ed
Wrote file afiedt.buf

1 declare
2 alas number(3);
3 tinggi number(3);
4 luas number(3);
5 begin
6 alas:=22;
7 tinggi:=14;
8 Luas:=(alas*tinggi)/2;
9 dbms_output.put_line(Luas);
10* end;
SQL> /
176

PL/SQL procedure successfully completed.

Logika Pemrograman 2 :

Program PL/SQL di mulai dengan set serveroutput on;. Untuk mempermudah penulisan program jika mengalami kesalahan maka ketiklah di Notepad dengan menggunakan sintaks ed. Selanjutnya deklarasikan variabel dengan declare, di mana untuk alas bertipe number yang dibatasi sebanyak 3 digit, tinggi bertipe number yang dibatasi sebanyak 3 digit dan luas bertipe number yang dibatasi sebanyak 3 digit. Memulai suatu prosedur sesuai dengan algoritma yang di inginkan, dahului dengan begin.
Variabel alas diberikan nilai awal 22 dan variabel tinggi diberikan nilai awal 14. Hitung nilai Luas yaitu perkalian antara alas dan tinggi (22 * 14 = 308), kemudian dibagi 2 = 176. Cetak hasil luas yaitu 176. Akhiri program PL/SQL dengan end.


Program 3 :
SQL> set serveroutput on
SQL> ed
Wrote file afiedt.buf

1 declare
2 a integer;
3 b integer;
4 begin
5 a := 14;
6 b := 7;
7 dbms_output.put_line('Penjumlahan = '||to_char(a+b));
8 dbms_output.put_line('Pengurangan = '||to_char(a-b));
9 dbms_output.put_line('Perkalian = '||to_char(a*b));
10 dbms_output.put_line('Pembagian = '||to_char(a/b));
11* end;
SQL> /.
Penjumlahan = 21
Pengurangan = 7
Perkalian = 98
Pembagian = 2

PL/SQL procedure successfully completed.


Logika Pemrograman 3 :

Program PL/SQL di mulai dengan set serveroutput on;. Untuk mempermudah penulisan program jika mengalami kesalahan maka ketiklah di Notepad dengan menggunakan sintaks ed. Selanjutnya deklarasikan variabel dengan declare, di mana untuk a bertipe integer dan b bertipe integer. Memulai suatu prosedur sesuai dengan algoritma yang di inginkan, dahului dengan begin. Variabel a diberikan nilai awal 14 dan variabel b diberikan nilai awal 7.
Lalu cetak “Penjumlahan = “, cetak “Pengurangan = “, cetak “Perkalian = “, dan cetak “Pembagian = “. Akhiri program PL/SQL dengan end.
















Logika Program 3 :
Set serveroutput on merupakan bagian awal program dimana fungsinya untuk menandai bahwa ini adalah program PL/SQL. Kemudian declare berfungsi sebgai pendeklarasian, dimana untuk variabel x bertipe integer dan variabel y bertipe float (bilangan bulat). Selanjutnya perhitungan untuk nilai x = 12 + 2 = 14 dan y = 3.30 + 2.11 = 5.41. Untuk dbms_output.put_line berguna untuk mencetak hasil dari nilai x dan y tadi.

MAKALAH IBD (Persahabatan&Pertemanan)

Tentu kita semua sudah tidak asing dengan kata persahabatan atau pertemanan. Karena kita manusia sebagai makhluk sosial, tidak akan mungkin dapat hidup sendiri.
Sebelumnya kita tahu apa itu persahabatan, kita harus tau dlu arti dri persahabatan.

menurut wikipedia bahasa indonesia
Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih manusia.
Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan:
 kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain.
 simpati dan empati.
 kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
 saling pengertian.

perbedaan antara teman dan sahabat
* Teman : orang yang terkadang memiliki persamaan denganmu, kamu dapat berbagi dengannya namun hidupmu tidak dapat kau bagi karena tindakannya kadang-kadang kau tidak mengerti sebab kau tidak cukup tahu tentang mereka.

8 sahabat : kamu selalu diingatkan oleh mereka katika kamu melihat sesuatu yang mungkin mereka sukai karena kau mengenal mereka dengan baik, mereka juga peduli terhadap kamu, Mereka adalah orang-orang yang fotonya kau miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu. Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kau merasa aman karena kau tahu mereka peduli terhadapmu.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya. Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang. Proses mengubah teman menjadi sahabat dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. Akan tetapi, untuk mengubah teman menjadi musuh hanya butuh 1 detik saja. Maka dari itu jagalah persahabatan.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :
1. Masalah uang.
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.



DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Persahabatan
http://ariefcz.blogspot.com/2007/10/perbedaan-teman-dan-sahabat_25.html
http://ahmadnadja.blogspot.com/

Pengantar Requirement document

Requirement tidak hanya ditulis oleh pembangun, tapi sebelumnya justru ditulis oleh klien yang memesan software. Klien menuliskan requirement dalam bentuk yang masih abstrak tentang kebutuhannya. Kemudian requirement tersebut diserahkan kepada tim pembangun. Saat sudah ada persetujuan pembangun pun kemudian menuliskan kemampuan sistem yang bisa dipahami oleh klien, inipun disebut requirement.

Definisi
Requirement adalah gambaran dari layanan (services) dan batasan bagi sistem yang akan dibangun. Atau requirement adalah pernyataan/gambaran pelayanan yang disediakan oleh sistem, batasan-batasan dari sistem dan bisa juga berupa definisi matematis fungsi-fungsi sistem.
Requirement berfungsi ganda yaitu:
•Menjadi dasar penawaran suatu kontrak --> harus terbuka untuk masukan
•Menjadi dasar kontrak --> harus didefinisikan secara detil
Proses menemukan, menganalisis, mendokumentasikan dan pengujian layanan, layanan dan batasan tersebut disebut Requirement Engineering.

Pengumpulan requirement
_ Interviews : Memberi informasi yang terbaik,mahal
_ Questionnaires: Bagus jika banyak orang terlibat dan tersebar, respon
cenderung kurang baik
_ Observation: Akurat jika dilakukan dengan baik, mahal
_ Searching :Informasi terbatas, cenderung tidak menampilkan hal-hal yang mungkin jadi masalah.

Beberapa macam requirement
_ User requirement (kebutuhan pengguna)
• Pernyataan tentang layanan yang disediakan sistem dan tentang batasan batasan operasionalnya. Pernyataan ini dapat dilengkapi dengan gambar/diagram yang dapat dimengerti dengan mudah.

_ System requirement (kebutuhan sistem)
• Sekumpulan layanan/kemampuan sistem dan batasan-batasannya yang ditulis secara detil. System requirement document sering disebut functional specification (spesifikasi fungsional), harus menjelaskan dengan tepat dan detil. Ini bisa berlaku sebagai kontrak antara klien dan pembangun.
_ A software design specification (spesifikasi rancangan PL)
• Gambaran abstrak dari rancangan software yang menjadi dasar bagi perancangan dan implementasi yang lebih detil.

User Requirement
Menggambarkan functional dan non-functional req yang dapat dipahami oleh pengguna (user) yang tidak memiliki latar belakang teknis yang cukup. User requirement menjelaskan perilaku luar dari sistem, tidak secara teknis, karena itu perlu menggunakan bahasa alami, atau bahasa yang sederhana.
Masalah dalam menyiapkan user req adalah:
•Bahasa alami kadang tidak cukup untuk menjelaskan, atau membuat
dokumen jadi sulit dibaca
•Jenis-jenis req, kadang jadi sulit dibedakan
•Sering digabungkan menjadi satu kumpulan requirement saja
Dokumen kebutuhan (requirement document)
Dokumen kebutuhan merupakan pernyataan resmi dari apa yang dibutuhkan dari pembangun sistem, berisi definisi dan spesifikasi requirement dan bukan dokumen
desain. Sebisa mungkin berupa kumpulan dari APA yang harus dikerjakan sistem, BUKAN BAGAIMANA sistem mengerjakannya.
Dokumen kebutuhan sebaiknya memenuhi 6 hal berikut :
1. menjelaskan perilaku eksternal sistem
2. menjelaskan batasan pada implementasi
3. mudah diubah
4. sebagai alat referensi untuk pemelihara sistem
5. mencatat peringatan awal tentang siklus dari sistem
6. menjelaskan bagaimana sistem merespon hal-hal yang tidak biasa/normal
IEEE menyarankan standar struktur dari dokumen kebutuhan sebagai berikut :
1. introduction
1.1 purpose of the requirement document
1.2 scope of the product
1.3 definitions, acronyms and abbreviations
1.4 references
1.5 overview of the remainder of the document
2. General description
2.1 product perspective
2.2 product functions
2.3 user characteristics
2.4 general constrains
2.5 assumptions and depedencies
3. appendices
4. index
Sekalipun standar IEEE belumlah ideal tetapi telah memberikan masukan format dokumen yang cukup lengkap. Informasi yang dimasukkan ke dalam dokumen tergantung pada tipe software yang dibangun dan pendekatan yang digunakan untuk membangun software tersebut.
Struktur lain yang bisa digunakan adalah sebagai berikut :
1. Preface
2. Introduction
3. Glossary
4. User requirements definition
5. System architecture
6. System requirements specification
7. System models
8. System evolution
9. Appendices
10. Index
Kedua struktur sama baiknya dan salah satu dapat digunakan untuk menyusun dokumen kebutuhan.
Masalah yang mungkin terjadi dalam pendefinisian requirement adalah:
•Sulit mengantisipasi efek dari sistem baru terhadap organisasi
•Beda user, beda pula requirement dan prioritasnya – terpengaruh cara atau gaya
kerja
•End-user sistem, dan organisasi yang membiayai sistem berbeda requirement
•Prototype sering dibutuhkan untuk menjelaskan requirement
•Masalah perbedaan bahasa alami
Software system requirement sering dibedakan dalam 2 katagori yaitu Functional requirement, Non Functional requirement dan domain requirement
dengan masing-masing penjelasannya sebagai berikut:

1. Functional Requirement : Merupakan penjelasan tentang layanan yang perlu disediakan oleh sistem, bagaimana sistem menerima dan mengolah masukan, dan bagaimana system mengatasi situasi-situasi tertentu. Selain itu kadang-kadang juga secara jelas menentukan apa yang tidak dikerjakan oleh sistem.
Functional requirement menggambarkan system requirement secara detil seperti
input, output dan pengecualian yang berlaku. Contoh dalam kasus peminjaman buku di perpustakaan:
•Pengguna bisa mencari semua informasi tentang buku atau bisa memilih
salah satu dari informasi tentang buku
•Semua peminjam memiliki pengenal yang unik
•Sistem mampu catat transaksi peminjaman, pengembalian dan denda secara
lengkap
•Hari libur bisa di-set sejak awal, dan bisa menerima perubahan dengan
otoritas khusus
•Harus komplit ( kebutuhan layanan jelas dan lengkap) dan konsisten (tidak
kontradiksi dengan yang didefinisikan).
Masalah yang mungkin terjadi dalam menyusun functional requirement adalah:
1. Diintepretasikan/diartikan berbeda oleh user atau developer
2. Hasil intepretasi sering tidak menjawab kebutuhan klien
3. Untuk sistem yang besar, kelengkapan kebutuhan dan konsisten sulit dicapai karena kerumitan sistem
4. Perlu analisis yang dalam dan menyeluruh untuk mengurangi kesalahan

2. Non-functional Requirement:
Secara umum berisi batasan-batasan pada pelayanan atau fungsi yang disediakan oleh sistem. Termasuk di dalamnya adalah batasan waktu, batasan proses pembangunan, standar-standar tertentu.

LAPORAN PRAKTIKUM SQL

SQL>set serveroutput on
SQL>create or replace procedure prima(a in integer) as
2 cek boolean :=true;
3 j integer(3);
4 begin
5 if a <= 1 then 6 cek := false; 7 end if; 8 for j in 2..(a / 2) loop 9 if mod(a,2) = 0 then 10 cek := false; 11 exit; 12 end if; 13 end loop; 14 if cek then 15 dbms_output.put_line(a || ‘ merupakan bilangan prima ‘); 16 else 17 dbms_output.put_line(a || ‘ bukan bilangan prima ‘); 18 end if; 19 end; 20 / Procedure created. SQL>execute prima(5);
5 merupakan bilangan prima

PL/SQL procedure successfully completed.



SQL>create or replace function jumlah return integer as
2 jml integer;
3 i integer;
4 begin
5 jml := 0;
6 for i in 1..15 loop
7 jml := jml + 1;
8 end loop;
9 return jml;
10 end;
11 /


Function created.



SQL>declare
2 y integer;
3 begin
4 y := jumlah;
5 dbms_output.put_line(‘ Hasil = ‘|| to_char(y));
6 end;
7 /

Hasil = 120

PL/SQL procedure successfully completed.



LOGIKA :
Program pertama membuat program prosedur dengan nama prosedur prima, pada prosedur diketahui variabel cek bertipe data boolean dengan nilai true dan j integer. Apabila prosedur it dijalankan dan di input nilai 5 maka akan mencetak 5 merupakan bilangan prima. Hasil tersebut dari , kondisi yang diketahui dan perulangan yang dijalankan, apabila nilai tersebut salah ketika sisa hasil bagi =0 maka akan mencetak yang tadi.
Program kedua membuat program function, program ini sama dengan prosedur, tetapi pada function dapat mengembalikan nilai. Pada function diketahui perulangan dari 0 sampai 15 dan dengan perintah bilangan tersebut ditambah setiap looping. Maka apabila kita panggil functionnya akan menghasilkan hasil = 120, dari hasil looping yang ditambah dengan bilangan itu sendiri.

Sejarah Batik Indonesia

Sejarah Batik Indonesia

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.

Perkembangan Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

Batik Pekalongan
Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.

Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.
http://www.batikmarkets.com/batik.php

http://lifestyle.okezone.com/read/2009/10/05/29/262587/sejarah-batik-di-indonesia

COMPARISONS

COMPARISONS
• Multiple Number Comparative


Number multiple include : half, twice, three times, etc.

Ex : - This encyclopedia costs twice as much as the other one.
- Jerome has half as many records now as I had last years.

• Double Comparatives
These sentences begin with comparative construction, and the second clause must begin with comparative.


Ex : - The higher we flow, the worse Edna felt.
- The bigger they are, the harder they fall.




Ex : - The more he rowed the boat, the farther away he got.

• No Sooner
If the expression no sooner appears at beginning of a sentence, the word than must introduce the second clause.


Ex : - No sooner will he arrive, than he will want to leave.
- No sooner had we started out for California, than it started to rain.

• Positive, Comparative, and Superlative
Positive Comparative Superlative
- hot - hotter - hottest
- interesting - more interesting - most interesting
- sick - sicker - sickest
- colorful - more colorful - most colorful





The positive.
shows no comparisons. It describe only the simple quality of a person, thing, or group.
Ex : - The house is big.
- The flowers are fragrant.

The Comparative.
Involves two entities and shows a greater or leaser degree of difference between them. It also possible to compare without using than.



Ex : - Harvey is the smarter of the two boys.
- Of the two shirts, this one is the prettier.

The Superlative.
Compare three or more entities, one of which in superior or inferior to the others.


Ex : - John is the tallest boy in the family.
- Deana is the shortest of the three sister.

Note : after the expression one of the + superlative, be sure that the noun is plural and the verb is singular.

Adverb usually are compared by adding more or less, and by adding most or least to form the superlative.

Positive Comparative Superlative
- carefully - more carefully - most carefully
- less carefully - least carefully
- cautiously - more cautiously - most cautiously
- less cautiously - least cautiously

Ex : - sal drove more cautiously than Bob (comparative)
- That child behaves the most carelessly of all (superlative)






Nouns Functioning as Adjectives
The first noun of the combination function as an adjective, describing the second one, which functions as a noun. The nouns which function as adjective are always in the ingular event though they may modify a plural noun.

We took a tour that lasted five weeks.
(weeks functions as a noun in this sentence.)
We took a five-week tour.
adjective noun

His subscription to the magazine is for two years,
(years functions as a noun in this sentence.)
He has a two-year subscription to the magazine.
adjective noun


Enough with Adjective, Adverbs, and Nouns.
Enough changes positions depending on whether it is modifying a noun, an adjective, or an adverb. When modifying an adjective or an adverb, enough follows.



Ex : - Are those French fries crisp enough for you?
adjective
- She speaks Spanish well enough to be an interpreter.
adverb

When modifying a noun, enough precedes the noun.


Ex : - Do you have enough sugar for the cake?
- jake bought enough red paint to finish the barn.

Cause Connectors
• Because / Because of
Because must always be followed by a complete sentence (there must be a verb).



Because of is followed only by a noun or noun phrase (there must not be a conjugated verb).




Ex : - Jan was worried because it had started to rain.
subject verb
- Jan was worried because of the rain
noun phrase

• Purpose and Result (so that)
Clause showing purpose are followed by the junction so that. After so that is a result clause with both a subject and verb. The time of the result clause must be future in relation to the time of the purpose.


Ex : - He studied very hard so that he could pass the test.
- Will you let me know the party so that I can make plans to attend?

• Cause and effect (so, such)

TUGAS ANALISIS WEB PADA PEMDA SRAGEN

ANALISIS WEB PADA PEMDA SRAGEN

1. SELAYANG PANDANG

Hari Jadi Kabupaten Sragen ditetapkan dengan Perda Nomor : 4 Tahun 1987, yaitu pada hari Selasa Pon, tanggal 27 Mei 1746. tanggal dan waktu tersebut adalah dari hasil penelitian serta kajian pada fakta sejarah, ketika Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono yang ke- I menancapkan tonggak pertama melakukan perlawanan terhadap Belanda menuju bangsa yang berdaulat dengan membentuk suatu Pemerintahan lokal di Desa Pandak, Karangnongko masuk telah Sukowati sebelah timur.
Kronologi dan Prosesi
Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II di Mataram sangat membenci Kolonialis Belanda. Apalagi setelah Belanda banyak mengintervensi Mataram sebagai Pemerintahan yang berdaulat. Oleh karena itu dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda. Dalam sejarah peperangan tersebut, disebut dengan Perang Mangkubumen (1746-1757).
Dalam perjalanan perangnya Pangeran Muda dengan pasukannya dari Keraton bergerak melewati Desa-desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, Guyang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati.
Di Desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan Beliau meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat Pemerintahan.
Karena secara geografis terletak di tepi Jalan Lintas Tentara Kompeni Surakarta – Madiun, pusat Pemerintahan tersebut dianggap kurang aman, maka kemudian sejak tahun 1746 dipindahkan ke Desa Gebang yang terletak disebelah tenggara Desa Pandak Karangnongko.
Sejak itu Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya meliputi Desa Krikilan, Pakis, Jati, Prampalan, Mojoroto, Celep, Jurangjero, Grompol, Kaliwuluh, Jumbleng, Lajersari dan beberapa desa Lain.
Dengan daerah kekuasaan serta pasukan yang semakin besar Pangeran Sukowati terus menerus melakukan perlawanaan kepada Kompeni Belanda bahu membahu dengan saudaranya Raden Mas Said, yang berakhir dengan perjanjian Giyanti pada tahun 1755, yang terkenal dengan Perjanjian Palihan Negari, yaitu kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, dimana Pangeran Sukowati menjadi Sultan Hamengku Buwono ke-1 dan perjanjian Salatiga tahun 1757, dimana Raden Mas Said ditetapkan menjadi Adipati Mangkunegara I dengan mendapatkan separuh wilayah Kasunanan Surakarta.
Selanjutnya sejak tanggal 12 Oktober 1840 dengan Surat Keputusan Sunan Paku Buwono VII yaitu serat Angger – angger Gunung, daerah yang lokasinya setrategis ditunjuk menjadi Pos Tundan, yaitu tempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Lalu Lintas Barang dan surat serta perbaikan jalan dan jembatan, termasuk salah satunya adalah Pos Tundan Sragen.
Perkembangan selanjutnya sejak tanggal 5 juni 1847 oleh Sunan Paku Buwono VIII dengan persetujuan Residen Surakarta baron de Geer ditambah kekuasaan yaitu melakukan tugas kepolisian dan karenanya disebut Kabupaten Gunung Pulisi Sragen. Kemudian berdasarkan Staatsblaad No 32 Tahun 1854, maka disetiap Kabupaten Gunung Pulisi dibentuk Pengadilan Kabupaten, dimana Bupati Pulisi menjadi Ketua dan dibantu oleh Kliwon, Panewu, Rangga dan Kaum.
Sejak tahun 1869, daerah Kabupaten Pulisi Sragen memiliki 4 ( empat ) Distrik, yaitu Distrik Sragen, Distrik Grompol, Distrik Sambungmacan dan Distrik Majenang. Selanjutnya sejak Sunan Paku Buwono VIII dan seterusnya diadakan reformasi terus menerus dibidang Pemerintahan, dimana pada akhirnya Kabupaten Gunung Pulisi Sragen disempurnakan menjadi Kabupaten Pangreh Praja. Perubahan ini ditetapkan pada jaman Pemerintahan Paku Buwono X, Rijkblaad No. 23 Tahun 1918, dimana Kabupaten Pangreh Praja sebagai Daerah Otonom yang melaksanakan kekuasaan hukum dan Pemerintahan.
Dan Akhirnya memasuki Zaman Kemerdekaan Pemerintah Republik Indonesia , Kabupaten Pangreh Praja Sragen menjadi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.
RUTE SRAGEN


Rute Ke Sragen :
Dari Jakarta
- Dengan Pesawat tujuan Bandara Adi Sumarmo Solo --> Taksi langsung ke Sragen + Rp 150.000 / Kendaraan Umum ke Terminal Tirnonadi dilanjutkan Bus Jurusan Sragen + Rp 4.000
- Dengan Kereta Api tujuan stasiun Balapan Solo --> Taksi langsung ke Sragen + Rp 100.000 / Naik Taksi ke terminal Tirtonadi + 1 Km dilanjutkan Bus Jurusan Sragen + Rp 4.000
- Dengan Bus tujuan Kota Madiun (harga kelas eksekutif + Rp 150.000) --> turun di kota Sragen

Dari Surabaya
- Dengan Pesawat tujuan Bandara Adi Sumarmo Solo --> Taksi langsung ke Sragen + Rp 150.000 / Kendaraan Umum ke Terminal Tirnonadi dilanjutkan Bus Jurusan Sragen + Rp 4.000
- Dengan Bus Tujuan Solo langsung turun di Sragen (harga kelas eksekutif + Rp 80.000)

Dari Yogyakarta
- Dengan Bus Tujuan Madiun atau Surabaya langsung turun di Sragen (harga kelas eksekutif + Rp 40.000)
- Dengan Kendaraan Pribadi, Rute Yogyakarta-->Klaten-->Kartasura-->Solo-->Sragen (+ 110 km)

Dari Semarang
- Dengan Bus Tujuan Solo langsung turun di Sragen (harga kelas eksekutif + Rp 35.000)
- Dengan Kendaraan Pribadi, Rute Semarang-->Salatiga-->Boyolali-->Solo-->Sragen (+ 120 km)


2. . PEMERINTAHAN
2.1 KEBIJAKAN PEMERINTAHAN
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH
Dalam rangka mencapai misi Kabupaten Sragen tahun 2006 – 2011 diperlukan Kebijakan Umum yang akan menjadi panduan dalam melakukan langkah kerja berupa program-program pembangunan dan kegiatan. Kebijakan yang harus dijadikan acuan meliputi:
Penataan Kembali Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Penataan kembali sistem ditetapkan dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004. Hal tersebut diupayakan untuk memperkuat serta menyempurnakan Struktur Organisasi Pemerintahan Daerah yang didukung sumber daya apatur yang memiliki komitmen dan kompetensi, professional, demokratis, akuntabel, respontif, efektif, efesien, dan merakyat dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Dengan demikian, diharapkan akan mampu bertahan dari berbagai guncangan dan krisis serta mewujudkan satu sistem pemerintahan daerah yang baik dan bersih (Clean and Good Government )
3. GEOGRAFI

KONDISI GEOGRAFIS SRAGEN
kabupaten sragen merupakan salah satu kabupaten di propinsi Jawa Tengah.Secara geografis Kabupaten Sragen berada di perbatasan antara Jawa Tengah da Jawa Timur.Batas batas wilayah Kabupaten Sragen:

Sebelah Timur Kabupaten Ngawi (propinsi jawa timur)
Sebelah Barat Kabupaten Boyolali
Sebelah Selatan Kabupaten Karanganyar
Sebelah Utara Kabupaten Grobogan
Luas wilayah Kabupaten Sragen adalah 941,55 km2 yang terbagi dalam 20 kecamatan,8 kalurahan,dan 200 desa.Secara fisiologis, wilayah Kabupaten Sragen terbagi atas:

40.037,93 Ha(42,52%) Lahan basah(sawah)
54.117,88 Ha(57,48%) Lahan kering
Kabupaten Sragen terletak pada:
• 7 º 15 LS dan 7 º 30 LS
• 110 º 45 BT DAN 111 º 10 BT
Wilayah Kabupaten Sragen berada di dataran dengan ketinggian rata rata 109 M diatas permukaa laut.Sragen menpunyai iklim tropis dengan suhu harian yang berkisar antara 19 31 º C.Curah hujan rata-rata di bawah 3000mm per tahun dengan hari hujan di bawah 150 hari per tahun.
Jumlah penduduk Sragen berdasarkan data tahun 2005 sebanyak 865.417 jiwa,terdiri dari 427.253 penduduk laki laki dan 438.164 penduduk perempuan.Kepadatan penduduk rata rata 919 jiwa/km2.
Luas Wilayah : 94.155 Ha
Luas Sawah : 40.129 Ha
Tanah Kering : 54.026 Ha
Dan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a. Sebelah selatan Bengawan Solo :
- Luas Wilayah : 32.760 ha (34,79 %)
- Tanah Sawah : 22.027 ha (54,85 %)
(9 Kec. 88 Desa & Kelurahan)

b. Sebelah utara Bengawan Solo :
- Luas Wilayah : 61.395 ha (65,21 %)
- Tanah Sawah : 18.102 ha (45,15 %)
(11 Kec. 120 Desa)

.


Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di pulau Jawa , Indonesia dengan mata air dari daerah Wonogiri dan bermuara di daerah Bojonegoro. Sungai ini panjangnya sekitar 548,53 km dan mengaliri dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur . Kabupaten yang dilalui adalah Wonogiri , Pacitan , Sukoharjo , Klaten , Solo , Sragen , Ngawi , Blora , Bojonegoro , Tuban , Lamongan , dan Gresik .
Sragen berada di lembah daerah aliran Sungai Bengawan Solo yang mengalir ke arah timur.Sebelah utara berupa perbukitan, bagian dari sistem Pegunungan Kendeng . Sedangkan di selatan berupa pegunungan, lereng dari Gunung Lawu
Sragen terletak di jalur utama Solo-Surabaya . Kabupaten ini merupakan gerbang utama sebelah timur Provinsi Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur . Sragen dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Yogyakarta-Jakarta) dengan stasiun terbesarnya Sragen, serta lintas Semarang-Solo dengan stasiun terbesarnya Gemolong.
LAMBANG DAERAH

LAMBANG DAERAH KABUPATEN SRAGEN
Lambang Daerah Kabupten dibuat dengan maksud untuk mencerminkan cita-cita kepribadian, hasrat cita-cita rakyatnya, oleh karena itu dibuatkan suatu lambang Daerah dengan bentuk isi warna sebagai yang dituliskan pada Lampiran Peraturan Daerah ini.
BENTUK ISI DAN WARNA LAMBANG
Bentuk pokok dari pada lambang Daerah Kabupaten Sragen merupakan suatu perisai berbentuk jantung, berwarna dasar kuning dengan pelisir berwarna merah dan hitam.
Bentuk warna dan perbandingan ukuran perisai serta tata lukisannya adalah seperti gambar yang terlukis dalam lampiran Peraturan Daerah ini.
Pada perisai tersebut dilukiskan empat belas macam lukisan benda alam, bangunan dan benda kebudayaan, yang tata letaknya tersusun secara artistik, terdiri dari :
- sebatang pohon beringin, berwarna hijau serta berakar gantung delapan buah.
- roda bergigi empat berwarna kuning.
- sebilah keris terhunus berbentuk jangkung dengan warna hitam.
- pintu gerbang hitam.
- sebuah gunung berwarna biru.
- api menyala-nyala berwarna merah.
- dua batang tebu, dengan warna merah kekuning-kuningan.
- air sungai berwarna biru, dengan tiga jalur gelombangnya berwarna putih.
- sembilan mata rantai berwarna hitam.
- sebuah bintang berujung lima, dengan warna kuning emas, terletak pada sebuah perisai putih.
- sehelai selendang merah putih.
- sebulir padi berisi tujuh belas butir pada berwarna kuning.
- serangakai kapas terdiri dari delapan butir.
- sehelai selendang berwarna putih, dengan tulisan berbunyi " Sragen".
WARNA DARIPADA BENTUK ISI DAN WARNA LAMBANG
Perisai dan keris melambangkan jiwa kepahlawanan rakyat Daerah kabupaten Sragen atau dikenal dengan nama daerah Sukowati, perisai tersebut berbentuk jantung melambangkan adanya hidup dan kehidupan.
Pohon beringin lambang sifat kepeminpinan dan pengayoman.
Roda bergigi empat yang juga dianggap sebagai matahari terbit.Roda bergigi menunjukkan bahwa Daerah kabupaten Sragen telah memiliki beberapa perusahaan yang berujud pabrik-pabrik.
Pintu gerbang menunjukkan bahwa daerah Kabupaten Sragen merupakan pintu gerbangnya Jawa Tengah terhadap Jawa Timur.
Sebuah gunung menunjukkan bahwa daerah Kabupaten Sragen terletak dikaki gunung Lawu.
Api menyala-nyala, melambangkan semangat rakyat daerah Kabupaten Sragen didalam mencapai areal cita-cita dan tujuan.
Batang pohon tebu, menunjukkan bahwa daerah Kabupaten Sragen merupakan daerah areal dan penghasil gula.
Air sungai berwarna biru berjalur tiga, melambangkan bahwa Bengawan Solo yang mengalir sepanjang Daerah Kabupaten Sragen.
Mata rantai berwarna hitam, melambangkan persatuan dan kesatuan rakyat Kabupaten Sragen yang kekal abadi.
Bintang berujung lima dalam perisai yang berwarna hitam, melambangkan kepercayaan rakyat daerah kabupaten Sragen kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selendang merah putih, melambangkan merah berarti berani, putih berarti suci.
Selendang putih bertuliskan " Sragen " menunjukkan daerah, pemilik lambang.
Bentuk pokok dari Lambang Daerah Kabupaten Sragen merupakan perisai yang berbentuk jantung, Perisai merupakan alat pada jaman dahulu untuk melindungi diri dan menanggulangi serangan lawan, Jantung merupakan sumber hidup bagi manusia.Dari bentuk pokok ini dicita-citakan semoga rakyat beserta Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen selalu mampu menangkis dan menanggulangi segala bencana, baik yang ditimbulkan oleh manusia maupun yang ditimbulkan oleh alam. Secara ideal diharapkan mudah-mudahan rakyat memiliki sumber-sumber penghidupan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, syukur dapat dilimpahkan kepada daerah lain.
Pohon beringin berwarna hijau berakar gantung 8 buah. Melambangkan penguasa/ Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, yang senantiasa menggunakan 8 sifat kepemimpinan, yaitu hasta brata didalam menjalankan tugas dan kebijaksanaannya. Sehingga benar-benar merupakan pengayom dan plindung bagi rakyatnya.
Roda bergigi empat, yang juga dianggap sebagai matahari terbit :
- Roda bergigi, melambangkan bahwa didaerah Kabupaten Sragen sekarang ini telah terdapat perusahaan yang berbentuk pabrik sebagai penghasil barang-barang eksport, antara lain gula dan karet.
- Matahari terbit, melambangkan telah terbitnya masa depan yang cerah bagi daerah Kabupaten Sragen, menuju kearah kemakmuran dan kesejahteraan.
Perisai dan keris, sifat kepahlawanan rakyat Daerah Kabupaten Sragen yang juga dikenal dengan nama rakyat Sukowati, dalam melawan kolonialisme sudah ada jauh sebelum perang Kemerdekaan ke II(Clash ke II) yaitu sebagaimana dikisahkan dalam cerita Babad Giyanti yang menunjukkan perlawanan Pangeran Mangkubumi ke II terhadap kekuasaan penjajahan Belanda, yang selalu mencoba mengadu sesama bangsa Indonesia. Alat perlengkapan perang serta senjata rakyat Sukowati pada waktu itu antara lain masih menggunakan perisai (tameng) dan keris. Itulah sebabnya sifat darah kepahlawanan rakyat Sukowati dilambangkan dengan Perisai dan Keris
Keris dilukiskan dengan bentuk (Jawa : dapur) jangkung. Menjangkung artinya melindungi dalam arti rohaniah/batiniah. Dengan demikian, keris dengan dapur jangkung tersebut mengandung maksud serta harapan, semoga para aparatur Pemerintahan Daerah Kabupaten Sragen didalam melaksanakan tugas dan kebijaksanaannya sehari-hari selalu mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa, serta memperoleh petunjuk jalan yang benar dan lempang.
Pintu gerbang, menunjukkan bahwa daerah Kabupaten Sragen merupakan pintu gerbang yang menghubungkan Propinsi Jawa Tengah dengan Propinsi Jawa Timur, dengan dilalui jalan raya Solo Madiun yang merupakan urat nadi perhubungan perekonomian.
Gunung, daerah Kabupaten Sragen terletak dikaki Gunung Lawu. Bagi Sragen, Gunung Lawu merupakan sumber air, pembentukkan sungai-sungai yang berguna bagi keperluan pertanian.
Api, digambarkan ditengah-tengah gapura, dengan wujud yang menyala-nyala. Melambangkan kehendak rakyat Kabupaten Sragen yang didalam mencapai cita-cita dan membangun daerahnya selalu disertai dengan semangat menyala yang tak kunjung padam, sebelum tercapai maksudnya.
Tebu, menunjukkan bahwa daerah Kabupaten Sragen merupakan areal tebu, penghasil gula sebagai barang eksport.
Air Sungai, melambangkan kemanfaatan air sungai Bengawan Solo terhadap daerah Kabupaten Sragen. Dimana Bengawan Solo mengalir sepanjang daerah tersebut, sehingga tanah pertanian sebelah kanan kiri sepanjang sungai merupakan lembah yang sangat subur untuk pertanian. Secara bertahap air sungai Bengawan ini akan lebih dimanfaatkan untuk tanah pertanian, dengan dipompa airnya untuk dialirkan kedaerah sekitarnya, yang pada musim kemarau kekurangan air.
Mata rantai berwarna hitam, merupakan lambang persatuan dan kesatuan rakyat daerah Kabupaten Sragen yang bulat serta mantap, yag merupakan modal pokok untuk menuju apapun yang ingin dicapai oleh Pemerintah dan rakyat.
Sebuah bintang, berujung lima berwarna kuning emas, terletak diatas perisai hitam, melambangkan salah sati ciri khas kepribadian rakyat daerah Sragen akan kepercayaannya yang sangat kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai Sila Dasar dari Pancasila falsafah Negara Republik Indonesia.
Padi dan Kapas lambang cita-cita kemakmuran rakyat.
Padi digambar 17 butir
Kapas digambar 8 butir
Keris digambar 9 mata
Roda digambar 4 gigi.
Bintang digambar 5 ujung
Angka-angka tersebut disusun untuk mengabadikan Proklamasi 17 - 8 – 1945


4. PETA WILAYAH
PETA WILAYAH



Kabupaten Sragen dipetakan menjadi 2 wilayah:
Utara Bengawan Solo dan Selatan Bengawan Solo
Utara : 11 Kec. 116 Desa dan 4 Kelurahan
Potensi : pertanian, pariwisata, industri dan perdagangan.
Selatan : 9 Kec. 80 Desa dan 8 Kelurahan, Tanah relatif lebih Subur
Potensi : pertanian sawah, perdagangan, industri, pariwisata.
LuasWilayah: 94.155 Ha
LuasSawah: 40.129 Ha
TanahKering: 54.026 Ha

Potensi : Pertanian Lahan Basah / Kering, Perdagangan, Industri, Pariwisata



5. VISI DAN MISI
* VISI
Visi Kabupaten Sragen Tahun 2006 – 2011 yaitu “SRAGEN MENJADI KABUPATEN CERDAS” .
Kerangka Pemikiran
Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2006 - 2011 ini merupakan penjabaran dari Visi Pembangunan Daerah Jangka Panjang Tahun 2006 - 2025. Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sragen Tahun 2006 – 2011 menurut Bupati/Wakil Bupati terpilih ketika pencalonan Cabup/Cawabup adalah sebagai berikut :
“Terwujudnya Sragen ASRI yang dilandasi oleh kemandirian, kemajuan dan penegakan supremasi hukum didukung oleh SDM berkualitas yang bertumpu pada ilmu pengetahuan dan teknologi, hasil pertanian, industri, pariwisata, perdagangan/jasa, kesehatan berwawasan lingkungan dalam ranka mewujudkan keadilan dan kesejahteraan lahir batin berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”
* MISI
Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen adalah "MEWUJUDKAN RAKYAT YANG UNGGUL, PRODUKTIF, DAN SEJAHTERA"
Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan masyarakatnya, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh masyarakat, pemerintah daerah dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengenal keberadaannya serta fungsi dan peranannya dalam mewujudkan visi yang telah ditetapkan. Rumusan misi hendaknya mampu :
(1). Melingkupi semua pesan yang terdapat dalam visi.
(2). Memberi petunjuk terhadap tujuan yang akan dicapai.
(3). Memberikan petujuk kelompok sasaran mana yang akan dilayani oleh pemerintah daerah dan pihak-pihak yang berkepentingan.
6. DEMOGRAFI

DATA UMUM
JENIS DATA 2001 (jiwa) 2002 (jiwa) 2003 (jiwa) 2004 (jiwa) 2005 (jiwa) 2006 (jiwa) 2007(Jiwa) 2008 (Jiwa)
1. Jumlah Penduduk
a. Laki-laki 420.120 421.167 422.217 422.948 424.577 426.096 429.839 431.191
b. Perempuan 429.321 430.416 431.494 432.296 433.689 435.893 439.563 440.760

2. Usia
a. 0 - 4 Tahun 68.967 69.197 69.372 69.501 84.859 70.027 70.551 70.848
b. 5 - 14 Tahun 250.257 250.910 251.531 252.023 251.721 210.052 162.568 163.221
c. 15 - 64 Tahun 437.556 438.587 439.685 440.466 434.528 487.833 573.333 575.168
d. 64 Tahun ke atas 92.661 92.889 93.123 93.254 87.158 94.077 62.030 62.264


DATA KEPADATAN PENDUDUK TAHUN 2008
Kecamatan Luas Wilayah
( Km ² ) Jumlah Penduduk
( Jiwa ) Kepadatan Penduduk
( /Km ² )
Kalijambe 46,96 46.206
983
Plupuh 48,36 46.294
957
Masaran 44,04 65.505
1.487
Kedawung 49,78 58.498
1.175
Sambirejo 48,43 37.025
764
Gondang 41,17 43.512
1.056
Sambungmacan 38,48 43.937
1.142
Ngrampal 34,40 36.447
1.059
Karangmalang 42,98 57.962
1.348
Sragen 27,27 65.666
2.407
Sidoharjo 45,89 51.101
1.113
Tanon 51,00 54.717
1.073
Gemolong 40,23 46.011
1.143
Miri 53,81 32.406
602
Sumberlawang 75,16 45.421
604
Mondokan 49,36 34.223
693
Sukodono 45,55 31.377
689
Gesi 39,58 21.822
551
Tangen 55,13 27.019
490
Jenar 63,97 26.802
418
TOTAL 941,55 871.951
926
JUMLAH PEMELUK AGAMA
NO PEMELUK AGAMA TAHUN
2003 2004 2005 2007 2008*
1. ISLAM 859.650 865.353 870.264 911.393 913.393
2. KRISTEN 8.900 8.795 8.582 10.169 10 196
3. KATOLIK 7.566 7.216 6.383 6.086 6.011
4. HINDU 1.198 1.214 1.293 1.725 1.730
5. BUDHA 999 582 279 329 329
Kritik Saran
PESAN, KESAN, KRITIK DAN SARAN
Silahkan menulis pendapat dan saran anda untuk perbaikan Website Kabupaten Sragen.
Terima kasih sebesar-besarnya bila anda berkenan untuk mengisinya.
Nama :

Email :

Pesan :














Unit Analisis E-Government dan Kategorisasi
NO Unit Analisis Bobot Nilai Kategori Bobot Nilai Jumlah Total %Nilai Total
1 Informasi Menu Utama pada WebSite 30% Potensi daerah
Komoditas Utama
Kualitas SDM 25% 30% 30% 80,00% 2.4%

2 Informasi tambahan dlm fasiltias web site 25,00% Tahap I
Tahap II
Tahap III 20%
35%
25% 80,00% 2.4%
3 Penyediaan Hubungan 30%
G2C
G2B
G2G
35%
30%
20% 85,00% 2.5%
4 Aksesibilitas 60,00% < 10 detik 10 – 30 detik > 30 detik 25%
35%
30% 90,00% 2.7%
5 Design 50,00% Animasi
Grafis Teks lengkap 25%
30%
20% 75,00% 2.25%

6 Jumlah tingkatan informasi 55,00% 1 Tingkat
2 Tingkat
3 Tingkat
4 Tingkat 15%
25%
10%
20% 70,00% 2.8%

EVOLUSI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

EMPAT ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER
Tidak dapat disangkal bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.
Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”. Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992) terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an.
ERA KOMPUTERISASI
Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.
ERA TEKNOLOGI INFORMASI
Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi” Divisi EDP (Electronic Data Processing)
perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.
Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management). Hampir di semua kerangka teori manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis). Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas pelayanan. Pada dasarnya, seorang pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang dibutuhkannya, akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper (lebih murah), better (lebih baik), dan faster (lebih cepat). Disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses (business process) yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang handal. Tidak heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (BusinessProcess Reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan
pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi teknologi informasi terlihat sangat mendominasi dalam setiap program manajemen perubahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan
ERA GLOBALISASI INFORMASI
Belum banyak buku yang secara eksplisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan dibidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat disimpulkan sebagai berikut:
Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.
Tidak jarang perusahaan yang akhirnya harus mendefinisikan kembali visi dan misi bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan perangkat canggih teknologi informasi telah merubah mindset manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi perusahaan yang banting stir menggeluti bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang sedang berkembang, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.
Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam menyusun sistemnya. Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.
PERUBAHAN POLA PIKIR SEBAGAI SYARAT
Dari keempat era di atas, terlihat bagaimana alam kompetisi dan kemajuan teknologi informasi sejak dipergunakannya komputer dalam industri hingga saat ini terkait erat satu dan lainnya. Memasuki abad informasi berarti memasuki dunia dengan teknologi baru, teknologi informasi. Mempergunakan teknologi informasi seoptimum mungkin berarti harus merubah mindset. Merubah mindset merupakan hal yang teramat sulit untuk dilakukan, karena pada dasarnya “people do not like to change”. Kalau pada saat ini dunia maju dan negara-negara tetangga Indonesia sudah memiliki komitmen khusus untuk mengambil bagian dalam penciptaan komponen-komponen sistem informasi, bagaimana dengan Indonesia? Masih ingin menjadi negara konsumen? Atau sudah mampu menjadi negara produsen? Paling tidak, hal yang harus ada terlebih dahulu di setiap manusia Indonesia adalah kemauan untuk berubah. Tanpa “willingness to change”, sangat mustahillah bangsa Indonesia dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun kembali bangsa yang hancur ditelan krisis saat ini.

SYARAT-SYARAT ATAU KOMPETENSI WIRAUSAHAWAN DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

Ada berbagai jenis pekerjaan di bidang TI.
Pengelompokan jenis pekerjaan bergantung kepada acuan yang digunakan.
Akan tetapi ada hal yang sama. Salah satu cara untuk melihat
lapangan pekerjaan di bidang TI adalah dengan menanyakan kepada industri TI atau
mengambil data-data dari lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

Berikut ini adalah beberapa kategori lowongan pekerjaan yang ditawarkan
di lingkungan Penyedia Jasa Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP)

- Web Developer Programmer
- Web Designer
- Database Administrator
- System Administrator
- Network Administrator
- Help Desk
- Technical Support

*******************************************************************************
Masing-masing kategori di atas memiliki kebutuhan kompetensi yang berbeda-beda.
Kompetensi dasar standar (standard core competency) yang harus dimiliki oleh
kesemua kategori lapangan pekerjaan yaitu

- Kemampuan mengoperasikan perangkat keras.
- Mengakses Internet

1. (Web Developer Programmer)

Kompetensi yang harus dimiliki:
- Membuat halaman web dengan multimedia
- CGI programming

2. (Web Designer)

Kompetensi yang harus dimiliki:
- Kemampuan menangkap digital image
- Membuat halaman web dengan multimedia

3. (Database Administrator Database Administrator)

Kompetensi yang harus dimiliki:
- Monitor dan administer sebuah database

4. (System Administrator)

Kompetensi yang harus dimiliki:
- Menghubungkan perangkat keras
- Melakukan instalasi Microsoft Windows
- Melakukan instalasi Linux
- Pasang dan konfigurasi mail server, ftp server, web server
- Memahami Routing

5. (Network Administrator)

Kompetensi yang harus dimiliki
- Menghubungkan perangkat keras
- Administer dan melakukan konfigurasi sistem operasi yang mendukung network
- Administer perangkat network
- Memahami Routing
- Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya
- Mengelola network security
- Monitor dan administer network security

6. (Help Desk)

Kompetensi yang harus dimiliki:
- Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows seperti
Internet Explorer, telnet, ftp, IRC.

7. (Technical Support)

Kompetensi yang harus dimiliki:
- Menghubungkan perangkat keras.
- Melakukan instalasi Microsoft Windows
- Melakukan instalasi Linux
- Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya
- Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows seperti
Internet Explorer, telnet, ftp, IRC.
- Pasang dan konfigurasi mail server, ftp server, web server

Catatan kompetensi yang ditunjukkan dengan kode “ANTA” merupakan standar
kompetensi yang direkomendasikan oleh Australian National Training Authority (ANTA).